Author:
FokaTanZeKa
Pairing: NaruHina
Rated: T
Genre: AU, Romance, Hurt, Humor(?), OOC
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Fandom: Anime>>Naruto
CHAPTER
1
“Ayo semua berkumpulah di dalam gugus
masing-masing!” teriak seorang pemandu MOS di SMA Negeri Konoha. “A-A-Ano..
S-Sumimase senpai” seorang gadis manis berambut panjang dengan mata lavendernya
yang berkaca-kaca.
“E-Eto.. aku tidak tau aku berada di gugus mana.”
“Siapa nama mu?”
“Hyuuga Hinata.”
“Hyuuga-san…-” kata salah satu senpai tersebut sambil melihat daftar nama yang
dipegangya.
“APPAA?? HYUUGAA??...” teriak senpai tersebut
“K-K-K-K-kenapa? A-Apakah aku m-membuat k-kesalahan?” hinata kaget di tambah
super duper gagap.
“Tidak, apakah kau bersaudara dengan Hyuuga Neji?”
“iya, dia Nii-san ku” jawab Hinata tidak lagi gagap.
“Wahh… kebetulan dia adalah pacar dari ketua OSIS sekolah kita ini nanti pasti
kamu tahu pada saat perkenalan. Oh ya kamu berada di gugus Winds, itu yang
berheadband hijau, kau juga harus punya headband warna hijau. Oh ya aku harus
pergi ke gugus Fire.”
‘Nii-san Punya pacar?’ gumam Hinata
pelan.
Hinata
pun mencari kelas gugus Winds, setelah sampai di kelas 1-2 dan juga sebagai
kelas gugus Winds, setelah dia datang hinata duduk di bangku paling pojok kiri.
Tak lama dia duduk seseorang berambut blonde yaa.. lebih tepatnya di sebut
durian amerika. *mana ada durian amerika
plaakk* kelihatannya dia paling tinggi di kelas tersebut, Hinata terus
melihat orang tersebut dari depan pintu sampai dia duduk di kursi paling
belakang di pojok kanan.
#Flashback
Hinata berada di depan ruang 11 Konoha International
High School untuk melakukan test masuk di sana. Memang di konoha terdapat 2
SMA, SMA Internasional dan SMA Negeri.
“Hey Maki-chan, kesini lah sebentar!”
“Oh Kaa-san, jangan memanggil ku seperti itu di sini. tuh liat semuanya melihat
ke arah ku karena panggilan aneh Kaa-san.” Kata seseorang berambut blonde
menghampiri orang yang memanggilnya ‘maki-chan’ tersebut. Dari semua orang
melihatnya hanya Hinata yang tidak memandangnya dengan aneh karena panggilan
aneh yang di lontarkan mungkin ibu dari orang itu. Dan ternyata orang yang tadi berdiri di sebelahnya itu ikut test
masuk di ruang 11. ‘namanya Maki-san? Dan
dia ikut test masuk di SMA ini satu ruangan dengan ku? Aku ingin kita diterima
disini, dan aku ingin kita bisa dekat. Tapi sepertinya aku tidak bisa, aku kan
susah bergaul, apalagi sama laki-laki’. Dan ternyata Hinata tidak di terima
di Konoha International High School.
#Flashback
END
Entah kenapa
Hinata merasa sedikit bahagia karena dia tahu orang yang bernama Maki-chan itu
di terima di SMA Negeri Konoha, tak lama orang itu duduk Hinata memperlihatkan
senyum kecilnya. Setelah orang itu masuk tak lama kemudian 2 orang OSIS kelas 2
dan 3 tersebut datang, mereka adalah Konan dan Hidan mereka adalah pemandu
gugus Winds,
“Haiii…. Pertama senpai akan memperkenalkan diri. Aku Konan, Osis di bagian
keagamaan kelas 3-4.” Sapa konan.
“Aku Hidan, Osis di bagian Kewirausahaan kelas
2-2.” Sapa hidan.
“baiklah, kita akan buat sistem tempat duduk
laki-laki dengan perempuan, kita akan rolling..”
“kamu disana. Kamu disana. Kamu disana… bla blabla..” itulah yg terdengar dari
para senpai tersebut
Tiba
saatnya…. Jeng jrejenggg….. *di rasenggan readers* hinata tetap di tempat duduk
nya hanya saja dia duduk bersama kiba, sedangkan ‘orang tadi’ masih duduk
sendiri. Para senpai membagikan lembaran
formulir biodata, setelah semua mengisi, para senpai banyak yg bertanya tentang
jawaban para peserta MOS yang rada aneh.
“Inuzuka Kiba”
“Iya.. saya senpai” seseorang di sebelah Hinata dengan lantang nya.
“Kenapa hobimu itu disini tidak jelas? Kenapa kau menulis ‘bermain komputer’?
bermain game maksudmu? Atau online socmed?”
“Aku tidak tahu, aku suka semuanya yang penting itu komputer” jawab seseorang
itu sambil cengengesan.
“Hahh… sudahlah tetap saja tidak jelas” kata hidan dengan malasnya.
“Hyuuga Hinata..” hinata mengangkat tangan. “cita-cita mu detektif?”
“I-Iya..” jawab hinata gugup karena ditanya. “Uzumaki Naruto” dan ternyata
orang yang mengangkat tangan tadi adalah ‘orang itu’. “Kau benar-benar ingin
menjadi Psikiater?”
“Iya. Memang kenapa?”
“Kenapa ingin jadi psikiater? Jadi psikiater itu harus bisa memahami hati orang
hloo”. goda konan
“Menurut ku itu pekerjaan yang mudah.” Kata orang yang duduk sendiri. “Oke,
baiklah” jawab konan pasrah.
‘Jadi namanya Uzumaki Naruto? Maki di
ambil dari nama Klan nya Uzumaki menjadi maki? Jadi selama ini akau salah
nama?’ gumam Hinata dengan pipi merahnya. Waktu jam makan siang pun tiba,
“Yosshh… bawalah bekal kalian ke luar!! Kita akan makan di lapangan!” kata
Hidan dengan semangat membara.
“AAPPPAAA ????” teriak para peserta lebay, kecuali Hinata, Naruto, dan
seseorang yang tampan dan dari tadi diam bernama Uchiha Sasuke.
“Kenapa harus ke lapangan coba? Kan panas.. huuhh!!” kata Sakura dengan
lebaynya.
“Udah gak usah lebay, panas gini doang koq, ini di terapkan agar kalian bisa
akrab satu sama lain. Dan ingat waktu upacara penerimaan murid baru OSIS sudah
memerintahkan untuk membawa makanan sendiri, jadi disini tidak ada yang menjual
makanan.” Hinata yang mendengar itu kaget berat, karena waktu upacara
penerimaan murid baru dia tidak hadir, karena itu juga dia tidak memakai
headband hijau. Semua peserta sudah keluar kecuali Sakura, Hinata, dan Naruto.
Sakura masih sibuk mengganti headband nya dengan topi pantai dan memakai
sunblock *dapet dari mana tuh topi pantai
ama sunblock? Ckckck dasar lebay*. Setelah Sakura keluar Hinata yang dari
tadi bingung harus berbuat apa hanya terdiam di kelas.
“Hai.. Hina-chan” sapa seseorang dengan suara ceria
‘Haaahhh..???? siapa yang berbicara
dengan ku? Hanya ada aku dan dia di kelas ini, aduh bagaimana ini? Aku harus
berbuat apa? kenapa dia memanggilku Hina-chan?’ Kaget Hinata didalam hati
dengan wajah merah seperti kepiting rebus yang sangat panas. “Heiii…. Aku
berbicara denganmu Hina-chan”
“I-i-iya a-anu etto.. g-gomen telah menghiraukan
m-mu” kata Hinata yang dari tadi hanya bertanya-tanya didalam hati, ternyata
benar yang mengajaknya berbicara adalah Naruto.
“Eh..? kau gagap?”
“T-tidak, a-aku memang suka gugup”
“Ohh.. Namaku Uzumaki Naruto. dari SMP Swasta 1 Konoha.” Kata Naruto sambil
mengulurkan tangannya.
“Hyuuga Hinata. Dari SMP Swasta 3 Konoha.” Kata Hinata dengan pipi merah
menjabat tangan Naruto.
“Eh? Kita sama-sama dari SMP Swasta ya?” kata Naruto sambil tersenyum lebar
“Ayo kita keluar! Jika para OSIS menemukan kita disini pasti bahaya.”
“A-ano.. e-etto.. etto-”
“Kenapa?” potong Naruto tidak sabar menunggu.
“A-ano a-aku tidak membawa b-bekal ku”
“Ah itu.. Kaa-san ku memasakan banyak sekali untukku tadi pagi, jika aku tidak
menghabiskanya dia akan marah. Tadinya aku akan memakanya bersama Baka dan Teme
tetapi mereka sudah membawa bekal.”
“Baka dan Teme?”
“Oh itu Teme adalah Uchiha Sasuke, itu loh yang paling tampan duduk bersama
Haruno Sakura. Baka itu Inuzuka Kiba yang duduk disebelahmu.”
“Mereka teman SMP mu?”
“Yaahh bisa dibilang sudah dari SD. Ayo cepat aku sudah lapar, aku juga membawa
2 pasang sumpit koq.” Kata Naruto sambil berjalan ke mejanya mengambil bekal
dan menarik tangan Hinata.
“K-k-k-kenapa k-kau membawa 2 p-pasang s-sumpit?” tanya Hinata Makin gugup dan
seluruh wajahnya merah karena Naruto memegang tanganya.
“Karena aku kira aku akan memakan nya bersama Baka dan Teme. Ah maksudku Kiba
dan Sasuke”
“Seharusnya kau bawa 3 pasang!”
“Ah sudahlah kau banyak tanya.” Kata Naruto setelah sudah di lapangan. Naruto
mulai melahap bekal yang dibawanya, akan tetapi Hinata masih memerahkan
pipinya.
“Hey, kenapa kau tidak makan? Kau malu yaa.. ayolah tidak apa-apa makan lah!”
Goda Naruto sambil menjulungkan bekalnya itu.
“I-ittadakimasu” pipi Hinata bertambah merah karena makan bersama Naruto.
Naruto hanya terkekeh kecil melihat tingkah Hinata.
Waktu
perkenalan para OSIS pun tiba, di tengah teriknya panas matahari para OSIS itu
bersorak ria.
“Yoosshhh……. Kami akan memperkenalkan diri, pertama-tama di mulai dari ketua
OSIS kita! Te- eh?? Dimana Ketua?”
teriak salah satu OSIS menggunakan pengeras suara.
“Ano.. dia masih menemui pembimbing kesiswaan”
“Hey kalian tidak baik membicarakan orang seenaknya, aku udah kembali koq” kata
seseorang yang tiba-tiba muncul dari belakang dengan cepol dua yang ada di
rambutnya.
“Ketuaaaa???” teriak para anggota OSIS tersebut.
“Haaii kalian semua yang berpanas-panasan di lapangan!! Aku Tenten ketua OSIS
di sekolah ini” dengan senyum manisnya itu, sambil merebut pengeras suara dari
anggota OSIS lain.
DHEG..
‘Ketua OSIS? Pacar Nii-san? Jadi Tenten-senpai ini pacar Nii-san? Kenapa aku
tidak tahu’ gumam Hinata dalam hati.
“Hey Hina-chan kenapa kau melamun? Kita sudah diperbolehkan masuk kelas. Kau
suka menjemur dirimu?” kata Naruto yang dari tadi duduk disebelah Hinata.
“Hmm… tidak apa-apa, aku hanya teringat sesuatu” jawab Hinata dan segera berdiri
“Ciyyee… pasti orang yang kamu suka ya?” Goda Naruto dengan senyum lebar ala
Naruto tersebut.
“Eh? Tidak. Hanya saja ketua OSIS sekolah kita cantik ya? Manis, penuh
semangat, sepertinya dia juga pintar.”
“Eh? Kamu sudah tidak gugup lagi denganku? Hmm.. dia memang manis,
dengar-dengar dia itu seumuran dengan kita, umur 4 tahun dia sudah masuk SD,
pantas saja kalau kelas dia lebih tinggi setahun dari kita. Meskipun dia manis
seperti gula pun dia tidak semanis orang yang kusuka.”
“Are? Kenapa kau bilang begitu padaku? Kau kan baru kenal aku.”
“Tidak apa-apa koq, aku yakin kamu orang yang bisa dipercaya.” Jawab Naruto
dengan senyum lebarnya.
.
.
.
Sepulang
sekolah dirumah Hinata seperti biasa dia memainkan gitarnya di halaman belakang
rumahnya. Hinata selalu memainkan gitarnya sesuai dengan mood nya. Saat ini dia
sedang memainkan lagu LiSA-Crossing Field *itu mah lagu opening
nya Sword art Online XD* Hinata masih tidak percaya bisa mengobrol dengan
orang yang membuatnya menyesal tidak bisa diterima di sekolah internasional.
Tapi sekarang apa? Tadi saja dia makan satu bekal berdua dengan Naruto, dia
bisa ngobrol dengan akrabnya. Dan terlebih dia memanggilnya ‘Hina-chan’ itu
membuat wajahnya tiba-tiba memerah dengan sendirinya.
“Hinata” refleks Hinata pun menoleh ke sumber suara itu, seseorang dengan mata
yang sama dengan Hinata yang membawa dua softdrink.
“Ini untukmu Hinata” kata seorang laki-laki itu.
“Arigatou Nii-san” Jawab Hinata menerima satu soft drink itu
“Kenapa dengan permainan gitarmu? Tidak seperti biasanya kau memainkan dengan
lagu semangat seperti itu.” Dari omongan Neji kakaknya itu sudah terlihat
Hinata selalu memainkan lagu sedih.
“Memang kenapa? Jelek? Aku memang masih amatir. Aku tidak pernah di perbolehkan
kursus gitar oleh tou-san. Wajar kalau permainan gitarku jelek.” Tegasnya.
“Hei.. hei.. ayo cerita ada kejadian apa dihari pertama MOS di sekolahmu itu
hah? Sampai membuat hatimu semangat seperti lagu yang kau mainkan barusan?”
“Kenapa Nii-san selalu menuntut ku untuk menceritakan semua apa yang terjadi
dengan diriku? Tapi Nii-san sendiri tidak pernah menceritakan semua yang
terjadi pada Nii-san” tegas Hinata dengan memalingkan wajah nya ke arah
berlawanan dengan neji.
“Apa sih yang kau bicarakan?”
“Nii-san lupa sekarang aku bersekolah di sekolah yang sama dengan Nii-san?
Banyak berita yang beredar.”
“Berita?”
“Nii-san punya pacar kan?”
“Pacar? Oh itu Nama nya Tenten, dia sekelas denganku. Walaupun dia paling muda
diantara semua murid kelas 2 dia masih bisa bergaul dengan baik karena sifatnya
yang periang dan ramah”
“Karena itu juga Nii-san pacaran denganya?”
“Iya. Sekarang ceritakan kenapa memainkan lagu itu? Berarti kau sedang senang
kan?”
“Terserah aku dong mau memainkanya seperti apa. Aku sudah bosan dengan lagu Ballad”
.
.
.
Krriiinggg….. Krriiinnnggg……
Hinata mematikan jam alarm nya yang baru keluar dari kamar mandinya sambil
tersenyum.
“haha.. kau terlambat membangunkanku aku sudah selesai mandi sekarang. Suruh
siapa bateraimu habis? Haha”
mungkin Hinata sudah gila karena impianya satu sekolah dengan Naruto terwujud.
Sekarang dia sedang menyisir rambutnya yang panjang itu, Hinata memang tidak
suka berdandan, memakai bedak pun dia tidak pernah menyisir rambut itu sudah
membuatnya kelihatan sangat cantik. Setelah semuanya sudah rapi dia mengambil
tas sekolah nya dan tas gitarnya(?) untuk apa? Tidak mungkin dia memainkanya di
depan semua teman sekelasnya. Rencananya dia akan menitipkannya diruang musik,
untuk dimainkan saat jam makan siang karena dia tidak mempunyai teman untuk
mengobrol bersama nya, dia hanya bisa berteman dengan gitarnya.
.
.
Teman
sekelas Hinata terlihat murung, entah kenapa yang biasanya ceria dan bergosip
bersama sekarang terlihat sedih.
“Ehm.. A-ano etto… K-kenapa semuanya terlihat m-murung? Apakah terjadi
s-s-sesuatu?”
“Kau tidak tau? Masa MOS sudah berakhir. Kelas kita akan di acak ulang, padahal
mereka kan sudah akrab satu sama lain.” Jawab Kiba teman sebangku Hinata.
Hinata pun terlihat murung setelah mendengar perkataan Kiba, bukan karena
perpindahan kelas, tetapi dia mungkin tidak bisa sekelas lagi dengan Naruto.
“Saya ikut sedih karena kelas akan diacak lagi, tapi memang inilah peraturanya
nya. Jadi mulai besok kalian akan menemukan kelas baru” Ucap para OSIS sedih.
terimakasih sudah membaca ^_^