Author:
FokaTanZeKa
Pairing: NaruHina
Rated: T
Genre: AU, Romance, Hurt, Humor(?), OOC
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Fandom: Anime>>Naruto
Rated: T
Genre: AU, Romance, Hurt, Humor(?), OOC
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Fandom: Anime>>Naruto
CHAPTER
1
“Ayo semua berkumpulah di dalam gugus
masing-masing!” teriak seorang pemandu MOS di SMA Negeri Konoha. “A-A-Ano..
S-Sumimase senpai” seorang gadis manis berambut panjang dengan mata lavendernya
yang berkaca-kaca.
“E-Eto.. aku tidak tau aku berada di gugus mana.”
“Siapa nama mu?”
“Hyuuga Hinata.”
“Hyuuga-san…-” kata salah satu senpai tersebut sambil melihat daftar nama yang dipegangya.
“APPAA?? HYUUGAA??...” teriak senpai tersebut
“K-K-K-K-kenapa? A-Apakah aku m-membuat k-kesalahan?” hinata kaget di tambah super duper gagap.
“Tidak, apakah kau bersaudara dengan Hyuuga Neji?”
“iya, dia Nii-san ku” jawab Hinata tidak lagi gagap.
“Wahh… kebetulan dia adalah pacar dari ketua OSIS sekolah kita ini nanti pasti kamu tahu pada saat perkenalan. Oh ya kamu berada di gugus Winds, itu yang berheadband hijau, kau juga harus punya headband warna hijau. Oh ya aku harus pergi ke gugus Fire.”
‘Nii-san Punya pacar?’ gumam Hinata pelan.
“E-Eto.. aku tidak tau aku berada di gugus mana.”
“Siapa nama mu?”
“Hyuuga Hinata.”
“Hyuuga-san…-” kata salah satu senpai tersebut sambil melihat daftar nama yang dipegangya.
“APPAA?? HYUUGAA??...” teriak senpai tersebut
“K-K-K-K-kenapa? A-Apakah aku m-membuat k-kesalahan?” hinata kaget di tambah super duper gagap.
“Tidak, apakah kau bersaudara dengan Hyuuga Neji?”
“iya, dia Nii-san ku” jawab Hinata tidak lagi gagap.
“Wahh… kebetulan dia adalah pacar dari ketua OSIS sekolah kita ini nanti pasti kamu tahu pada saat perkenalan. Oh ya kamu berada di gugus Winds, itu yang berheadband hijau, kau juga harus punya headband warna hijau. Oh ya aku harus pergi ke gugus Fire.”
‘Nii-san Punya pacar?’ gumam Hinata pelan.
Hinata
pun mencari kelas gugus Winds, setelah sampai di kelas 1-2 dan juga sebagai
kelas gugus Winds, setelah dia datang hinata duduk di bangku paling pojok kiri.
Tak lama dia duduk seseorang berambut blonde yaa.. lebih tepatnya di sebut
durian amerika. *mana ada durian amerika
plaakk* kelihatannya dia paling tinggi di kelas tersebut, Hinata terus
melihat orang tersebut dari depan pintu sampai dia duduk di kursi paling
belakang di pojok kanan.
#Flashback
Hinata berada di depan ruang 11 Konoha International
High School untuk melakukan test masuk di sana. Memang di konoha terdapat 2
SMA, SMA Internasional dan SMA Negeri.
“Hey Maki-chan, kesini lah sebentar!”
“Oh Kaa-san, jangan memanggil ku seperti itu di sini. tuh liat semuanya melihat ke arah ku karena panggilan aneh Kaa-san.” Kata seseorang berambut blonde menghampiri orang yang memanggilnya ‘maki-chan’ tersebut. Dari semua orang melihatnya hanya Hinata yang tidak memandangnya dengan aneh karena panggilan aneh yang di lontarkan mungkin ibu dari orang itu. Dan ternyata orang yang tadi berdiri di sebelahnya itu ikut test masuk di ruang 11. ‘namanya Maki-san? Dan dia ikut test masuk di SMA ini satu ruangan dengan ku? Aku ingin kita diterima disini, dan aku ingin kita bisa dekat. Tapi sepertinya aku tidak bisa, aku kan susah bergaul, apalagi sama laki-laki’. Dan ternyata Hinata tidak di terima di Konoha International High School.
“Hey Maki-chan, kesini lah sebentar!”
“Oh Kaa-san, jangan memanggil ku seperti itu di sini. tuh liat semuanya melihat ke arah ku karena panggilan aneh Kaa-san.” Kata seseorang berambut blonde menghampiri orang yang memanggilnya ‘maki-chan’ tersebut. Dari semua orang melihatnya hanya Hinata yang tidak memandangnya dengan aneh karena panggilan aneh yang di lontarkan mungkin ibu dari orang itu. Dan ternyata orang yang tadi berdiri di sebelahnya itu ikut test masuk di ruang 11. ‘namanya Maki-san? Dan dia ikut test masuk di SMA ini satu ruangan dengan ku? Aku ingin kita diterima disini, dan aku ingin kita bisa dekat. Tapi sepertinya aku tidak bisa, aku kan susah bergaul, apalagi sama laki-laki’. Dan ternyata Hinata tidak di terima di Konoha International High School.
#Flashback
END
Entah kenapa
Hinata merasa sedikit bahagia karena dia tahu orang yang bernama Maki-chan itu
di terima di SMA Negeri Konoha, tak lama orang itu duduk Hinata memperlihatkan
senyum kecilnya. Setelah orang itu masuk tak lama kemudian 2 orang OSIS kelas 2
dan 3 tersebut datang, mereka adalah Konan dan Hidan mereka adalah pemandu
gugus Winds,
“Haiii…. Pertama senpai akan memperkenalkan diri. Aku Konan, Osis di bagian keagamaan kelas 3-4.” Sapa konan.
“Aku Hidan, Osis di bagian Kewirausahaan kelas 2-2.” Sapa hidan.
“baiklah, kita akan buat sistem tempat duduk laki-laki dengan perempuan, kita akan rolling..”
“kamu disana. Kamu disana. Kamu disana… bla blabla..” itulah yg terdengar dari para senpai tersebut
“Haiii…. Pertama senpai akan memperkenalkan diri. Aku Konan, Osis di bagian keagamaan kelas 3-4.” Sapa konan.
“Aku Hidan, Osis di bagian Kewirausahaan kelas 2-2.” Sapa hidan.
“baiklah, kita akan buat sistem tempat duduk laki-laki dengan perempuan, kita akan rolling..”
“kamu disana. Kamu disana. Kamu disana… bla blabla..” itulah yg terdengar dari para senpai tersebut
Tiba
saatnya…. Jeng jrejenggg….. *di rasenggan readers* hinata tetap di tempat duduk
nya hanya saja dia duduk bersama kiba, sedangkan ‘orang tadi’ masih duduk
sendiri. Para senpai membagikan lembaran
formulir biodata, setelah semua mengisi, para senpai banyak yg bertanya tentang
jawaban para peserta MOS yang rada aneh.
“Inuzuka Kiba”
“Iya.. saya senpai” seseorang di sebelah Hinata dengan lantang nya.
“Kenapa hobimu itu disini tidak jelas? Kenapa kau menulis ‘bermain komputer’? bermain game maksudmu? Atau online socmed?”
“Aku tidak tahu, aku suka semuanya yang penting itu komputer” jawab seseorang itu sambil cengengesan.
“Hahh… sudahlah tetap saja tidak jelas” kata hidan dengan malasnya.
“Hyuuga Hinata..” hinata mengangkat tangan. “cita-cita mu detektif?”
“I-Iya..” jawab hinata gugup karena ditanya. “Uzumaki Naruto” dan ternyata orang yang mengangkat tangan tadi adalah ‘orang itu’. “Kau benar-benar ingin menjadi Psikiater?”
“Iya. Memang kenapa?”
“Kenapa ingin jadi psikiater? Jadi psikiater itu harus bisa memahami hati orang hloo”. goda konan
“Menurut ku itu pekerjaan yang mudah.” Kata orang yang duduk sendiri. “Oke, baiklah” jawab konan pasrah.
‘Jadi namanya Uzumaki Naruto? Maki di ambil dari nama Klan nya Uzumaki menjadi maki? Jadi selama ini akau salah nama?’ gumam Hinata dengan pipi merahnya. Waktu jam makan siang pun tiba,
“Yosshh… bawalah bekal kalian ke luar!! Kita akan makan di lapangan!” kata Hidan dengan semangat membara.
“AAPPPAAA ????” teriak para peserta lebay, kecuali Hinata, Naruto, dan seseorang yang tampan dan dari tadi diam bernama Uchiha Sasuke.
“Kenapa harus ke lapangan coba? Kan panas.. huuhh!!” kata Sakura dengan lebaynya.
“Udah gak usah lebay, panas gini doang koq, ini di terapkan agar kalian bisa akrab satu sama lain. Dan ingat waktu upacara penerimaan murid baru OSIS sudah memerintahkan untuk membawa makanan sendiri, jadi disini tidak ada yang menjual makanan.” Hinata yang mendengar itu kaget berat, karena waktu upacara penerimaan murid baru dia tidak hadir, karena itu juga dia tidak memakai headband hijau. Semua peserta sudah keluar kecuali Sakura, Hinata, dan Naruto. Sakura masih sibuk mengganti headband nya dengan topi pantai dan memakai sunblock *dapet dari mana tuh topi pantai ama sunblock? Ckckck dasar lebay*. Setelah Sakura keluar Hinata yang dari tadi bingung harus berbuat apa hanya terdiam di kelas.
“Hai.. Hina-chan” sapa seseorang dengan suara ceria
‘Haaahhh..???? siapa yang berbicara dengan ku? Hanya ada aku dan dia di kelas ini, aduh bagaimana ini? Aku harus berbuat apa? kenapa dia memanggilku Hina-chan?’ Kaget Hinata didalam hati dengan wajah merah seperti kepiting rebus yang sangat panas. “Heiii…. Aku berbicara denganmu Hina-chan”
“Inuzuka Kiba”
“Iya.. saya senpai” seseorang di sebelah Hinata dengan lantang nya.
“Kenapa hobimu itu disini tidak jelas? Kenapa kau menulis ‘bermain komputer’? bermain game maksudmu? Atau online socmed?”
“Aku tidak tahu, aku suka semuanya yang penting itu komputer” jawab seseorang itu sambil cengengesan.
“Hahh… sudahlah tetap saja tidak jelas” kata hidan dengan malasnya.
“Hyuuga Hinata..” hinata mengangkat tangan. “cita-cita mu detektif?”
“I-Iya..” jawab hinata gugup karena ditanya. “Uzumaki Naruto” dan ternyata orang yang mengangkat tangan tadi adalah ‘orang itu’. “Kau benar-benar ingin menjadi Psikiater?”
“Iya. Memang kenapa?”
“Kenapa ingin jadi psikiater? Jadi psikiater itu harus bisa memahami hati orang hloo”. goda konan
“Menurut ku itu pekerjaan yang mudah.” Kata orang yang duduk sendiri. “Oke, baiklah” jawab konan pasrah.
‘Jadi namanya Uzumaki Naruto? Maki di ambil dari nama Klan nya Uzumaki menjadi maki? Jadi selama ini akau salah nama?’ gumam Hinata dengan pipi merahnya. Waktu jam makan siang pun tiba,
“Yosshh… bawalah bekal kalian ke luar!! Kita akan makan di lapangan!” kata Hidan dengan semangat membara.
“AAPPPAAA ????” teriak para peserta lebay, kecuali Hinata, Naruto, dan seseorang yang tampan dan dari tadi diam bernama Uchiha Sasuke.
“Kenapa harus ke lapangan coba? Kan panas.. huuhh!!” kata Sakura dengan lebaynya.
“Udah gak usah lebay, panas gini doang koq, ini di terapkan agar kalian bisa akrab satu sama lain. Dan ingat waktu upacara penerimaan murid baru OSIS sudah memerintahkan untuk membawa makanan sendiri, jadi disini tidak ada yang menjual makanan.” Hinata yang mendengar itu kaget berat, karena waktu upacara penerimaan murid baru dia tidak hadir, karena itu juga dia tidak memakai headband hijau. Semua peserta sudah keluar kecuali Sakura, Hinata, dan Naruto. Sakura masih sibuk mengganti headband nya dengan topi pantai dan memakai sunblock *dapet dari mana tuh topi pantai ama sunblock? Ckckck dasar lebay*. Setelah Sakura keluar Hinata yang dari tadi bingung harus berbuat apa hanya terdiam di kelas.
“Hai.. Hina-chan” sapa seseorang dengan suara ceria
‘Haaahhh..???? siapa yang berbicara dengan ku? Hanya ada aku dan dia di kelas ini, aduh bagaimana ini? Aku harus berbuat apa? kenapa dia memanggilku Hina-chan?’ Kaget Hinata didalam hati dengan wajah merah seperti kepiting rebus yang sangat panas. “Heiii…. Aku berbicara denganmu Hina-chan”
“I-i-iya a-anu etto.. g-gomen telah menghiraukan
m-mu” kata Hinata yang dari tadi hanya bertanya-tanya didalam hati, ternyata
benar yang mengajaknya berbicara adalah Naruto.
“Eh..? kau gagap?”
“T-tidak, a-aku memang suka gugup”
“Ohh.. Namaku Uzumaki Naruto. dari SMP Swasta 1 Konoha.” Kata Naruto sambil mengulurkan tangannya.
“Hyuuga Hinata. Dari SMP Swasta 3 Konoha.” Kata Hinata dengan pipi merah menjabat tangan Naruto.
“Eh? Kita sama-sama dari SMP Swasta ya?” kata Naruto sambil tersenyum lebar
“Ayo kita keluar! Jika para OSIS menemukan kita disini pasti bahaya.”
“A-ano.. e-etto.. etto-”
“Kenapa?” potong Naruto tidak sabar menunggu.
“A-ano a-aku tidak membawa b-bekal ku”
“Ah itu.. Kaa-san ku memasakan banyak sekali untukku tadi pagi, jika aku tidak menghabiskanya dia akan marah. Tadinya aku akan memakanya bersama Baka dan Teme tetapi mereka sudah membawa bekal.”
“Baka dan Teme?”
“Oh itu Teme adalah Uchiha Sasuke, itu loh yang paling tampan duduk bersama Haruno Sakura. Baka itu Inuzuka Kiba yang duduk disebelahmu.”
“Mereka teman SMP mu?”
“Yaahh bisa dibilang sudah dari SD. Ayo cepat aku sudah lapar, aku juga membawa 2 pasang sumpit koq.” Kata Naruto sambil berjalan ke mejanya mengambil bekal dan menarik tangan Hinata.
“K-k-k-kenapa k-kau membawa 2 p-pasang s-sumpit?” tanya Hinata Makin gugup dan seluruh wajahnya merah karena Naruto memegang tanganya.
“Karena aku kira aku akan memakan nya bersama Baka dan Teme. Ah maksudku Kiba dan Sasuke”
“Seharusnya kau bawa 3 pasang!”
“Ah sudahlah kau banyak tanya.” Kata Naruto setelah sudah di lapangan. Naruto mulai melahap bekal yang dibawanya, akan tetapi Hinata masih memerahkan pipinya.
“Hey, kenapa kau tidak makan? Kau malu yaa.. ayolah tidak apa-apa makan lah!” Goda Naruto sambil menjulungkan bekalnya itu.
“I-ittadakimasu” pipi Hinata bertambah merah karena makan bersama Naruto. Naruto hanya terkekeh kecil melihat tingkah Hinata.
“Eh..? kau gagap?”
“T-tidak, a-aku memang suka gugup”
“Ohh.. Namaku Uzumaki Naruto. dari SMP Swasta 1 Konoha.” Kata Naruto sambil mengulurkan tangannya.
“Hyuuga Hinata. Dari SMP Swasta 3 Konoha.” Kata Hinata dengan pipi merah menjabat tangan Naruto.
“Eh? Kita sama-sama dari SMP Swasta ya?” kata Naruto sambil tersenyum lebar
“Ayo kita keluar! Jika para OSIS menemukan kita disini pasti bahaya.”
“A-ano.. e-etto.. etto-”
“Kenapa?” potong Naruto tidak sabar menunggu.
“A-ano a-aku tidak membawa b-bekal ku”
“Ah itu.. Kaa-san ku memasakan banyak sekali untukku tadi pagi, jika aku tidak menghabiskanya dia akan marah. Tadinya aku akan memakanya bersama Baka dan Teme tetapi mereka sudah membawa bekal.”
“Baka dan Teme?”
“Oh itu Teme adalah Uchiha Sasuke, itu loh yang paling tampan duduk bersama Haruno Sakura. Baka itu Inuzuka Kiba yang duduk disebelahmu.”
“Mereka teman SMP mu?”
“Yaahh bisa dibilang sudah dari SD. Ayo cepat aku sudah lapar, aku juga membawa 2 pasang sumpit koq.” Kata Naruto sambil berjalan ke mejanya mengambil bekal dan menarik tangan Hinata.
“K-k-k-kenapa k-kau membawa 2 p-pasang s-sumpit?” tanya Hinata Makin gugup dan seluruh wajahnya merah karena Naruto memegang tanganya.
“Karena aku kira aku akan memakan nya bersama Baka dan Teme. Ah maksudku Kiba dan Sasuke”
“Seharusnya kau bawa 3 pasang!”
“Ah sudahlah kau banyak tanya.” Kata Naruto setelah sudah di lapangan. Naruto mulai melahap bekal yang dibawanya, akan tetapi Hinata masih memerahkan pipinya.
“Hey, kenapa kau tidak makan? Kau malu yaa.. ayolah tidak apa-apa makan lah!” Goda Naruto sambil menjulungkan bekalnya itu.
“I-ittadakimasu” pipi Hinata bertambah merah karena makan bersama Naruto. Naruto hanya terkekeh kecil melihat tingkah Hinata.
Waktu
perkenalan para OSIS pun tiba, di tengah teriknya panas matahari para OSIS itu
bersorak ria.
“Yoosshhh……. Kami akan memperkenalkan diri, pertama-tama di mulai dari ketua OSIS kita! Te- eh?? Dimana Ketua?” teriak salah satu OSIS menggunakan pengeras suara.
“Ano.. dia masih menemui pembimbing kesiswaan”
“Hey kalian tidak baik membicarakan orang seenaknya, aku udah kembali koq” kata seseorang yang tiba-tiba muncul dari belakang dengan cepol dua yang ada di rambutnya.
“Ketuaaaa???” teriak para anggota OSIS tersebut.
“Haaii kalian semua yang berpanas-panasan di lapangan!! Aku Tenten ketua OSIS di sekolah ini” dengan senyum manisnya itu, sambil merebut pengeras suara dari anggota OSIS lain.
DHEG..
‘Ketua OSIS? Pacar Nii-san? Jadi Tenten-senpai ini pacar Nii-san? Kenapa aku tidak tahu’ gumam Hinata dalam hati.
“Hey Hina-chan kenapa kau melamun? Kita sudah diperbolehkan masuk kelas. Kau suka menjemur dirimu?” kata Naruto yang dari tadi duduk disebelah Hinata.
“Hmm… tidak apa-apa, aku hanya teringat sesuatu” jawab Hinata dan segera berdiri
“Ciyyee… pasti orang yang kamu suka ya?” Goda Naruto dengan senyum lebar ala Naruto tersebut.
“Eh? Tidak. Hanya saja ketua OSIS sekolah kita cantik ya? Manis, penuh semangat, sepertinya dia juga pintar.”
“Eh? Kamu sudah tidak gugup lagi denganku? Hmm.. dia memang manis, dengar-dengar dia itu seumuran dengan kita, umur 4 tahun dia sudah masuk SD, pantas saja kalau kelas dia lebih tinggi setahun dari kita. Meskipun dia manis seperti gula pun dia tidak semanis orang yang kusuka.”
“Are? Kenapa kau bilang begitu padaku? Kau kan baru kenal aku.”
“Tidak apa-apa koq, aku yakin kamu orang yang bisa dipercaya.” Jawab Naruto dengan senyum lebarnya.
“Yoosshhh……. Kami akan memperkenalkan diri, pertama-tama di mulai dari ketua OSIS kita! Te- eh?? Dimana Ketua?” teriak salah satu OSIS menggunakan pengeras suara.
“Ano.. dia masih menemui pembimbing kesiswaan”
“Hey kalian tidak baik membicarakan orang seenaknya, aku udah kembali koq” kata seseorang yang tiba-tiba muncul dari belakang dengan cepol dua yang ada di rambutnya.
“Ketuaaaa???” teriak para anggota OSIS tersebut.
“Haaii kalian semua yang berpanas-panasan di lapangan!! Aku Tenten ketua OSIS di sekolah ini” dengan senyum manisnya itu, sambil merebut pengeras suara dari anggota OSIS lain.
DHEG..
‘Ketua OSIS? Pacar Nii-san? Jadi Tenten-senpai ini pacar Nii-san? Kenapa aku tidak tahu’ gumam Hinata dalam hati.
“Hey Hina-chan kenapa kau melamun? Kita sudah diperbolehkan masuk kelas. Kau suka menjemur dirimu?” kata Naruto yang dari tadi duduk disebelah Hinata.
“Hmm… tidak apa-apa, aku hanya teringat sesuatu” jawab Hinata dan segera berdiri
“Ciyyee… pasti orang yang kamu suka ya?” Goda Naruto dengan senyum lebar ala Naruto tersebut.
“Eh? Tidak. Hanya saja ketua OSIS sekolah kita cantik ya? Manis, penuh semangat, sepertinya dia juga pintar.”
“Eh? Kamu sudah tidak gugup lagi denganku? Hmm.. dia memang manis, dengar-dengar dia itu seumuran dengan kita, umur 4 tahun dia sudah masuk SD, pantas saja kalau kelas dia lebih tinggi setahun dari kita. Meskipun dia manis seperti gula pun dia tidak semanis orang yang kusuka.”
“Are? Kenapa kau bilang begitu padaku? Kau kan baru kenal aku.”
“Tidak apa-apa koq, aku yakin kamu orang yang bisa dipercaya.” Jawab Naruto dengan senyum lebarnya.
.
.
.
Sepulang
sekolah dirumah Hinata seperti biasa dia memainkan gitarnya di halaman belakang
rumahnya. Hinata selalu memainkan gitarnya sesuai dengan mood nya. Saat ini dia
sedang memainkan lagu LiSA-Crossing Field *itu mah lagu opening
nya Sword art Online XD* Hinata masih tidak percaya bisa mengobrol dengan
orang yang membuatnya menyesal tidak bisa diterima di sekolah internasional.
Tapi sekarang apa? Tadi saja dia makan satu bekal berdua dengan Naruto, dia
bisa ngobrol dengan akrabnya. Dan terlebih dia memanggilnya ‘Hina-chan’ itu
membuat wajahnya tiba-tiba memerah dengan sendirinya.
“Hinata” refleks Hinata pun menoleh ke sumber suara itu, seseorang dengan mata yang sama dengan Hinata yang membawa dua softdrink.
“Ini untukmu Hinata” kata seorang laki-laki itu.
“Arigatou Nii-san” Jawab Hinata menerima satu soft drink itu
“Kenapa dengan permainan gitarmu? Tidak seperti biasanya kau memainkan dengan lagu semangat seperti itu.” Dari omongan Neji kakaknya itu sudah terlihat Hinata selalu memainkan lagu sedih.
“Memang kenapa? Jelek? Aku memang masih amatir. Aku tidak pernah di perbolehkan kursus gitar oleh tou-san. Wajar kalau permainan gitarku jelek.” Tegasnya.
“Hei.. hei.. ayo cerita ada kejadian apa dihari pertama MOS di sekolahmu itu hah? Sampai membuat hatimu semangat seperti lagu yang kau mainkan barusan?”
“Kenapa Nii-san selalu menuntut ku untuk menceritakan semua apa yang terjadi dengan diriku? Tapi Nii-san sendiri tidak pernah menceritakan semua yang terjadi pada Nii-san” tegas Hinata dengan memalingkan wajah nya ke arah berlawanan dengan neji.
“Apa sih yang kau bicarakan?”
“Nii-san lupa sekarang aku bersekolah di sekolah yang sama dengan Nii-san? Banyak berita yang beredar.”
“Berita?”
“Nii-san punya pacar kan?”
“Pacar? Oh itu Nama nya Tenten, dia sekelas denganku. Walaupun dia paling muda diantara semua murid kelas 2 dia masih bisa bergaul dengan baik karena sifatnya yang periang dan ramah”
“Karena itu juga Nii-san pacaran denganya?”
“Iya. Sekarang ceritakan kenapa memainkan lagu itu? Berarti kau sedang senang kan?”
“Terserah aku dong mau memainkanya seperti apa. Aku sudah bosan dengan lagu Ballad”
.
“Hinata” refleks Hinata pun menoleh ke sumber suara itu, seseorang dengan mata yang sama dengan Hinata yang membawa dua softdrink.
“Ini untukmu Hinata” kata seorang laki-laki itu.
“Arigatou Nii-san” Jawab Hinata menerima satu soft drink itu
“Kenapa dengan permainan gitarmu? Tidak seperti biasanya kau memainkan dengan lagu semangat seperti itu.” Dari omongan Neji kakaknya itu sudah terlihat Hinata selalu memainkan lagu sedih.
“Memang kenapa? Jelek? Aku memang masih amatir. Aku tidak pernah di perbolehkan kursus gitar oleh tou-san. Wajar kalau permainan gitarku jelek.” Tegasnya.
“Hei.. hei.. ayo cerita ada kejadian apa dihari pertama MOS di sekolahmu itu hah? Sampai membuat hatimu semangat seperti lagu yang kau mainkan barusan?”
“Kenapa Nii-san selalu menuntut ku untuk menceritakan semua apa yang terjadi dengan diriku? Tapi Nii-san sendiri tidak pernah menceritakan semua yang terjadi pada Nii-san” tegas Hinata dengan memalingkan wajah nya ke arah berlawanan dengan neji.
“Apa sih yang kau bicarakan?”
“Nii-san lupa sekarang aku bersekolah di sekolah yang sama dengan Nii-san? Banyak berita yang beredar.”
“Berita?”
“Nii-san punya pacar kan?”
“Pacar? Oh itu Nama nya Tenten, dia sekelas denganku. Walaupun dia paling muda diantara semua murid kelas 2 dia masih bisa bergaul dengan baik karena sifatnya yang periang dan ramah”
“Karena itu juga Nii-san pacaran denganya?”
“Iya. Sekarang ceritakan kenapa memainkan lagu itu? Berarti kau sedang senang kan?”
“Terserah aku dong mau memainkanya seperti apa. Aku sudah bosan dengan lagu Ballad”
.
.
.
Krriiinggg….. Krriiinnnggg……
Hinata mematikan jam alarm nya yang baru keluar dari kamar mandinya sambil tersenyum.
“haha.. kau terlambat membangunkanku aku sudah selesai mandi sekarang. Suruh siapa bateraimu habis? Haha”
mungkin Hinata sudah gila karena impianya satu sekolah dengan Naruto terwujud. Sekarang dia sedang menyisir rambutnya yang panjang itu, Hinata memang tidak suka berdandan, memakai bedak pun dia tidak pernah menyisir rambut itu sudah membuatnya kelihatan sangat cantik. Setelah semuanya sudah rapi dia mengambil tas sekolah nya dan tas gitarnya(?) untuk apa? Tidak mungkin dia memainkanya di depan semua teman sekelasnya. Rencananya dia akan menitipkannya diruang musik, untuk dimainkan saat jam makan siang karena dia tidak mempunyai teman untuk mengobrol bersama nya, dia hanya bisa berteman dengan gitarnya.
.
.
Teman
sekelas Hinata terlihat murung, entah kenapa yang biasanya ceria dan bergosip
bersama sekarang terlihat sedih.
“Ehm.. A-ano etto… K-kenapa semuanya terlihat m-murung? Apakah terjadi s-s-sesuatu?”
“Kau tidak tau? Masa MOS sudah berakhir. Kelas kita akan di acak ulang, padahal mereka kan sudah akrab satu sama lain.” Jawab Kiba teman sebangku Hinata. Hinata pun terlihat murung setelah mendengar perkataan Kiba, bukan karena perpindahan kelas, tetapi dia mungkin tidak bisa sekelas lagi dengan Naruto.
“Saya ikut sedih karena kelas akan diacak lagi, tapi memang inilah peraturanya nya. Jadi mulai besok kalian akan menemukan kelas baru” Ucap para OSIS sedih.
“Ehm.. A-ano etto… K-kenapa semuanya terlihat m-murung? Apakah terjadi s-s-sesuatu?”
“Kau tidak tau? Masa MOS sudah berakhir. Kelas kita akan di acak ulang, padahal mereka kan sudah akrab satu sama lain.” Jawab Kiba teman sebangku Hinata. Hinata pun terlihat murung setelah mendengar perkataan Kiba, bukan karena perpindahan kelas, tetapi dia mungkin tidak bisa sekelas lagi dengan Naruto.
“Saya ikut sedih karena kelas akan diacak lagi, tapi memang inilah peraturanya nya. Jadi mulai besok kalian akan menemukan kelas baru” Ucap para OSIS sedih.
A/N : Fic ini sudah pernah di publish di www.fanfiction.net
terimakasih sudah membaca ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar